Apa tujuan flashing? Apa itu hardbrick dan apa itu softbrick?

Rumah Firmware – Apa tujuan flashing? Apa itu hardbrick dan apa itu softbrick? – Banyak diantara para pengguna smartphone saat ini mengalami beberapa masalah pada smartphonenya seperti hang, bootloop, lupa password, dll. Secara umum, permasalahan-permasalahan tersebut bisa timbul karena dua hal, yang pertama adalah karena memang permasalahan software dan yang kedua adalah karena permasalahan hardwarenya. Untuk permasalahan yang disebabkan oleh software maka flashing mampu menjadi solusi sehingga ketika dilakukan flashing maka permasalahan seperti smartphone ngehang, bootloop, stuck di logo, dll dapat diatasi. Akan tetapi, ketika memang permasalahannya disebabkan oleh hardware yang rusak, maka solusinya mau tidak mau Anda harus mengganti hardware dari smartphone Anda, kasus seperti ini disebut dengan hard brick.
Apa itu hard brick dan apa itu soft brick?
Hard brick
Kasus ini ditandai dengan tidak bisa dihidupkannya smartphone alias mati total (matot), kasus ini disebabkan oleh rusaknya hardware dan perlu untuk ditangani langsung oleh tenaga ahli di Service Center.
Pada artikel ini, saya tidak akan membahas secara lebih mendalam mengenai hardbrick, akan tetapi di artikel ini akan dibahas mengenai ciri-ciri smartphone yang mengalami masalah yang disebabkan oleh software dan dapat diatasi dengan melakukan flashing atau yang lazim disebut dengan soft brick. Berikut merupakan pengertian lengkap dari softbrick
Soft brick
Smartphone masih bisa menyala tetapi smartphone stuck di layar booting, ketika dicharge, smartphone masih memberikan respon sebagaimana mestinya.
Terdapat dua jenis kasus softbrick yang biasanya terjadi yaitu
  1. Bootloop
          Bootloop merupakan sebuah kasus dimana smartphone ketika dinyalakan tidak dapat memasuki menu utama, ia akan berhenti di logo merk smartphone kemudian setelah itu smartphone akan terrestart lalu mengulangi hal yang sama terus menerus.
  1. Logo ponsel stuck sampai logo merk atau tulisan “Powered by Android” ketika dinyalakan
          Kasus kedua ini mirip seperti apa yang dialami pada kasus pertama, bedanya adalah jika pada kasus pertama smartphone akan restart terus menerus maka pada kasus kedua ini smartphone akan stuck di logo merk smartphone tersebut dan layar akan terus menyala sampai kemudian smartphone akan benar-benar mati ketika baterai telah habis
Selain karena softbrick, hal lain yang dapat Anda dapatkan ketika melakukan flashing adalah fix jaringan 4G, beberapa smartphone saat ini belum memenuhi standar TKDN sehingga fitur 4Gnya diblock, alhasil Anda tidak dapat memperoleh sinyal 4G seperti yang biasanya dialami oleh pengguna smartphone Xiaomi.
Bagaimana? Apakah Anda ingin untuk melanjutkan tahap selanjutnya dan memutuskan untuk melakukan flashing?
Anda dapat membaca artikel selengkapnya mengenai cara flashing di artikel berikut:
  1. Cara flashing HP Samsung
  2. Cara flashing HP Asus
Sekian informasi tentang apa itu flashing, apa tujuan flashing, apa itu sofbrick dan hardbrick. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *